Klikfakta.id, HALUT – Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) terus diperkuat jajaran Polsek Tobelo Selatan.
Kapolsek Tobelo Selatan IPTU Deni Salaka, SH menggelar kegiatan cipta kondisi dan silaturahmi bersama pemerintah desa serta tokoh lintas agama di Desa Pale, Kecamatan Tobelo Selatan pada Sabtu (4/4/2026).
Kegiatan tersebut, melibatkan Pemerintah Desa Pale dan Gamhoku, tokoh agama Islam dan Kristen, tokoh masyarakat, BPD, hingga aparat TNI-Polri seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Pale, Kapolsek IPTU Deni Salaka menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi tetap aman, terutama di tengah dinamika yang terjadi di wilayah Halmahera Utara dan Halmahera Tengah.
“Kami sangat berharap kerja sama dari pemerintah desa dan para tokoh agar bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Jangan mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial,” tegas Kapolsek.
Ia juga mengingatkan sejumlah kejadian yang terjadi belakangan ini bukanlah konflik bernuansa SARA, melainkan murni tindak kriminal yang saat ini sedang ditangani aparat keamanan.
“Kapolda Maluku Utara telah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus yang terjadi. Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang dapat memecah belah,” ujarnya.
Kapolsek menyoroti maraknya kenakalan remaja yang dipicu oleh konsumsi minuman keras. Ia meminta peran aktif orang tua, pemerintah desa, serta tokoh agama untuk melakukan pembinaan.
“Kami harap ada pengawasan bersama terhadap generasi muda. Banyak persoalan berawal dari minuman keras, ini harus kita tekan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pale, Masud Lule, menyambut baik langkah silaturahmi tersebut. Ia menegaskan pentingnya komunikasi lintas desa dan tokoh dalam meredam potensi konflik.
“Kami berharap semua informasi yang berkembang bisa disikapi dengan bijak. Jangan mudah terprovokasi, dan mari kita jaga hubungan baik yang sudah terbangun,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala Desa Gamhoku, Yesaya Kanal, mengakui pengaruh media sosial sangat cepat dalam membentuk opini masyarakat, khususnya di kalangan pemuda.
“Kami terus mengingatkan warga, terutama anak muda, agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas. Peran orang tua juga sangat penting dalam mengawasi,” ujarnya.
Tokoh agama dan masyarakat yang hadir juga menekankan pentingnya menjaga toleransi, memperkuat komunikasi, serta memberikan edukasi melalui mimbar keagamaan baik di masjid maupun gereja.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 13.00 WIT ini ditutup dengan deklarasi cinta damai sebagai bentuk komitmen bersama antara pemerintah desa, tokoh agama, dan aparat keamanan dalam menjaga keharmonisan di wilayah Tobelo Selatan.
Hasil pertemuan tersebut selanjutnya akan disosialisasikan kepada masyarakat luas melalui kegiatan keagamaan, guna memastikan pesan damai tersampaikan hingga ke tingkat akar rumput.(Sem/red)














