banner 468x60 banner 468x60

BWS Malut Bangun Bendungan Irigasi Di atas Lahan Sengketa

Material Proyek Gunakan Batu Kapur

Pekerjaan proyek Irigasi milik BWS Malut yang terletak di Desa Wairoro, Halmahera Tengah( Foto : Koko)

Klikfakta. id, HALTENG– Proyek bendungan Irigasi yang dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai( BWS) Maluku Utara, yang terletak di Desa Wairoro, tepatnya di SP I Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah patut dipertanyakan.

Proyek yang dianggarakan melalui APBN tahun anggaran 2025 itu, berdasarkan fakta di lapangan, ternyata dikerjakan di atas lahan yang masih disengketakan. Alhasil pelaksanaan pekerjaan di lapangan bahkan sempat tertunda.

Parahnya lagi, proyek tersebut berdasarkan temuan di lapangan, menggunakan material batu kapur, yang secara kualitas tentunya dipertanyakan.

Para pekerja di lapangan selama proyek berlangsung, juga tidak tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai ketentuan K3, seperti helm, rompi kerja, sepatu pelindung.

Padahal, penerapan K3 merupakan kewajiban untuk melindungi tenaga kerja dari risiko kecelakaan, penyakit akibat kerja, dan kerugian material.

Proyek tersebut berdasarkan informasi diduga dikerjakan oleh pihak ketiga yang juga orang dekat Kepala BWS Malut.

Dimana, terdapat lahan sepanjang 88 meter yg bermasalah dengan warga, karena pembayaran lahan. Kemudian pekerjaan yang tidak sesuai volume karna waktu pekerjaan selesai volumenya tidak cukup atau kurang 88 meter.

Pengawas proyek, Muhlis Ibrahim yang sempat ditemui awak media di lokasi proyek beberapa waktu yang lalu juga mengakui, pelaksanaan pekerjaan di lapangan sempat terkendala dalam karena lahan bermasalah, namun pihaknya menargetakan secepatnya di selesaikan.

Hingga berita in ditayang, upaya konfirmasi masih dilakukan oleh awak media kepada pihak Balai Wilayah Sungai ( BWS) Maluku Utara terkait pelaksanaan proyek tersebut.(tim/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page