Klikfakta.id, HALUT- Hubungan baik antara Pemerintah Singapura dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara semakin menguat. Hal itu ditandai dengan kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia ke Kabupaten Halmahera Utara sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih atas upaya penyelamatan serta evakuasi dua warga negara Singapura yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono beberapa waktu lalu.
Kedatangan Duta Besar Y.M. Kwok Fook Seng disambut langsung oleh Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Fredy Tjandua, Kantor Bupati Halmahera Utara Kamis (6/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara beserta seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi korban.
Menurutnya, dedikasi aparat pemerintah, tim SAR, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat setempat menjadi bukti nyata nilai kemanusiaan yang melampaui batas negara.
Ia juga menyampaikan secara langsung pesan dan ucapan terima kasih dari Perdana Menteri Singapura kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara serta seluruh otoritas yang telah bekerja tanpa mengenal lelah dalam proses pencarian hingga evakuasi korban.
Sebagai bentuk penghargaan atas aksi kemanusiaan tersebut, Pemerintah Singapura memberikan apresiasi khusus kepada dua relawan asal Desa Mamuya yang berperan penting dalam menemukan jenazah dua warga negara Singapura yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono.
Tidak hanya menyampaikan rasa terima kasih, Pemerintah Singapura juga membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara di berbagai bidang. Tawaran tersebut menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan dan membangun kolaborasi yang saling menguntungkan di masa mendatang.
Menanggapi hal itu, Bupati Piet Hein Babua menyambut baik inisiatif Pemerintah Singapura. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara akan melakukan pembahasan lebih lanjut guna mengidentifikasi bidang-bidang kerja sama yang dapat diwujudkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting yang tidak hanya mempererat hubungan diplomatik di tingkat daerah, tetapi juga menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan mampu menjadi jembatan lahirnya kerja sama internasional yang lebih luas.













