Truk Sampah Pemkot Ternate Kesulitan BBM, APMS Siantan Dipadati AntreanĀ 

Saha Buamona Klikfakta.id
Sejumlah truk sampah milik Pemkot Ternate yang sedang antrian di badan jalan lingkungan mangga dua menuju APMS Siantan (Foto Saha Buamona/Klikfakta.id)

Klikfakta.id, TERNATE – Puluhan truk pengangkut sampah milik Pemerintah Kota Ternate memadati Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) Siantan Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate lantaran kesulitan memperoleh BBM subsidi jenis solar di sejumlah SPBU.

Pantauan awak media di lapangan, antrean kendaraan mengular dari badan Jalan Mangga Dua hingga masuk ke area APMS Siantan.Ā 

Kendaraan yang mengantre didominasi truk sampah milik Pemerintah Kota Ternate, serta kendaraan angkutan barang lainnya yang menggunakan BBM solar.

Sejumlah sopir mengaku harus mengantre selama berjam-jam, mulai sekitar pukul 10.00 hingga 14.00 WIT, demi mendapatkan solar subsidi.

Salah seorang sopir truk, Andi, mengatakan para sopir memilih mengantre di APMS Siantan karena stok solar subsidi di SPBU sedang kosong.

“Kami antre di APMS Siantan karena kesulitan mendapatkan BBM jenis solar di SPBU. Stoknya tidak ada,” ujar Andi, Selasa (7/7/2026).

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan solusi agar pasokan solar subsidi kembali tersedia sehingga para sopir tidak perlu mengantre dalam waktu lama.

“Di SPBU tidak ada, makanya semua sopir datang ke APMS Siantan. Semoga ada solusi untuk ketersediaan BBM solar bagi para sopir truk,” harapnya.

Ā Kapolsek Ternate Selatan, IPDA Fatmawati Sukur, membenarkan adanya antrean kendaraan di APMS Siantan tersebut.Ā 

Fatmawati juga membenarkan bahwa antrean terjadi karena stok solar subsidi di SPBU untuk sementara mengalami kekosongan.

“Dari laporan di lapangan, BBM jenis solar subsidi di SPBU kosong. Yang tersedia hanya Dexlite,” ucapnya.

Perbedaan harga yang cukup juga menjadi alasan para sopir lebih memilih membeli solar subsidi di APMS Siantan.Ā 

Pasalnya harga biosolar di APMS Siantan sebesar Rp6.800 per liter, sedangkan Dexlite di SPBU mencapai sekitar Rp21.500 per liter.

“Karena pertimbangan harga, para sopir memilih ke APMS Siantan untuk mendapat solar subsidi. Saat ini kondisi antrean sudah kembali normal karena sebagian besar sopir telah memperoleh jatah BBM,” tukasnya.(sah/red)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page