Klikfakta.id,TERNATE– Sebuah pernikahan yang mestinya menjadi momen bahagia, menjadi duka bagi seorang pengantin wanita inisial AH alias Anisa(25) warga Kelurahan Toboleu, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara.
Anisa harus menerima kenyataan pahit, saat calon suaminya yang diketahui anggota Densus 88 AT Polri Satgaswil Maluku Utara, yang bertugas sebagai Banit Tim Unit II Opsnal Subdit Opsnal Unit Intel berinisial Briptu AA alias Alim tidak muncul di hari ijab qobul.
Anisa dan calon suaminya Briptu AA rencananya akan melaksanakan akad nikah pada 16 Mei 2026 dirumah pengantin wanita. Para tamu undangan hingga penghulu bahkan sudah tiba. Namun oknum Briptu AA tak kunjung datang.
Merasa ditipu, Anisa dan keluarganya yang terlanjur malu memilih menempuh jalur hukum.
Anisa kepada awak media , Kamis (21/5/2026) mengaku, langkah yang diambil dirinya itu lantaran Briptu
Briptu AA dinilai sudah membuat keluarganya malu bahkan Ia juga mengalami syok.
Anisa menjelaskan, masalah tersebut bermula saat ia dan Briptu AA menjalin hubungan asmara sudah 7 tahun lamanya, kemudian dibicarakan pernikahan semua pun berjalan lancar hingga pada nikah dinas.
“Tepat 7 April 2026 saya dan dia nikah dinas hingga pada 2 kali bimbingan di gedung SDM dan Densus 88 Polri di Jakarta,” ujarnya.
Setelah semua tahapan sudah dilakukan dan balik ke Ternate pada 1 Mei 2026 dilanjutkan dengan lamaran hingga menentukan tanggal nikah pada 16 Mei 2026.
Bahkan Anisa juga mengaku, meski sudah ada kesepakatan tanggal nikah namun Briptu AA kembali mengulur waktu dengan alasan setelah Lebaran Idul Adha sambil menunggu surat izin nikah di kantor Densus 88 keluar.
Hanya saja tepat tanggal 15 Mei 2026 surat izin nikah sudah keluar dan besoknya tanggal 16 Mei 2026 puncak acara pernikahan.
“Pas malam tanggal 15 itu surat izin nikah keluar dan besok nikah, tiba-tiba orang tua AA telepon subuh besoknya nikah, mereka memberitahu AA sedang sakit,” ucap Anisa dengan wajah sedih.
Anisa menyebut, bahasa yang disampaikan orang tua Briptu AA kalau anak mereka dalam kondisi sakit tangan kaki tidak bisa gerak dan matanya kabur.
Sementara besok pagi acara pernikahan ini sudah berjalan semua tamu undangan juga sudah datang.
“Saya dan keluarga itu tunggu hingga jam 10 siang, belum ada kabar dari keluarga laki-laki, baru posisi semua tamu undangan sudah datang bahkan MC terus mengulur waktu,” ungkapnya.
Hingga pukul 11.30 WIT keluarga memutuskan untuk datang langsung ke rumah Briptu AA di Kelurahan Jan agar ijab qabul di rumah laki-laki.
Karena undangan sudah penuhi dan sudah waktu jam makan siang namun tidak ada respon dari keluarga laki-laki.
Setelah tiba di rumah laki-laki keluarganya pun terkesan tidak peduli karena penyambutan mereka kesan tidak menyenangkan.
Namun begitu Anisa bersama keluarganya menerobos masuk dan minta penjelasan hingga melihat kondisi laki-laki.
“Dari situ saya masuk dengan busana pengantin melihat langsung kondisi AA di dalam kamar pas masuk saya lihat dia tidak begitu sakit parah,” katanya.
Bahkan di dalam rumah laki-laki pun sudah ada juga petugas dari KUA dan dijelaskan kalau mempelai laki-laki tidak bisa gerakkan tangan maka bisa diwakilkan namun Briptu AA menolak.
“Setelah kami mendengar pernyataan itu semua keluarga kami langsung keluar dan pulang,” tegasnya.
Setelah kejadian itu Anisa mengaku, tidak ada itikad baik dari keluarga laki-laki datang untuk minta maaf atas permasalahan tersebut hingga dilakukan somasi kepada Briptu AA.
Dalam isi somasi itu ditegaskan untuk ganti rugi semua hingga menyebabkan keluarga besar malu atas sikap AA yang membatalkan pernikahan sepihak.
“Somasi itu saya minta ganti rugi semua dengan nilai total Rp 400 juta dan waktu somasi saya tiga hari namun sampai sekarang tidak ada jawaban dari keluarga laki-laki,” tegasnya.
Tentu lewat jalur ini Anisa menegaskan untuk minta tanggung jawab terhadap semua yang terjadi hingga menimbulkan keluarga malu.
“Somasi yang saya berikan tidak diindahkan maka saya buat laporan resmi dan berharap pimpinan Densus 88 Polri bisa pecat Briptu AA. Karena tidak ada itikad baik dari mereka datang ke rumah saya,’ pungkasnya.(sah/red)













